Skip to main content

Peringatan Hari Jadi MITI Klaster Mahasiswa Ke-11

Minggu (25/09) - Pengurus MITI Klaster Mahasiswa wilayah Jabaja merayakan Peringatan hari jadi MITI KM yang ke 11 di Bogor. Acara ini sekaligus merupakan doa bersama bagi pengurus yang telah mencapai prestasi pada bidangnya masing-masing. Kegiatan yang bertempat di ruang Asma Mesjid Al-Hurriyah IPB ini dihadiri oleh perwakilan pengurus wilayah, PH MITI KM 2016, perwakilan MITI Pro serta Mitra MITI KM.

Peringatan hari jadi ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahin antar pengurus MITI KM. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat para pengurus untuk menjadi pribadi yang lebih kompeten profesional dan kontributif. Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB dan dibuka oleh perwakilan HRD M. Susetio, SP. Para peserta yang hadir kemudian diberi kesempatan untuk menyampaikan harapan-harapannya untuk MITI KM ke depan. 
Perayaan hari jadi MITI KM ke-11

 Acara selanjutnya adalah sambutan oleh Andi Ahmadi S.Pd perwakilan dari pengurus 2015, beliau menyampaikan bahwa segala kebaikan akan dibalas dengan kebaikan. Dan bila sampai saat ini kebaikan yang kita lakukan belum berbalas kebaikan, maka kita tidak boleh berputus asa. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Min Fadli Darain, S.Farm, Apt selaku perwakilan dari MITI Pro, beliau menyampaikan bahwa ajang silaturahim seperti ini merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat. Seperti dinyatakan dalam hadist "Barang siapa yg ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka jalinlah silaturrahim" (HR. Bukhari & Muslim).

Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Nurholis, S.Pd pengurus MITI KM wilayah JABAJA 2016, dengan harapan semua agenda MITI KM selalu bermanfaat bagi masyarakat. Pemotongan tumpeng kemudian dilakukan secara simbolis oleh perwakilan MITI Pro sebagai bentuk puncak acara. Kegiatan ditutup dengan makan dan foto bersama. (EL&MM)

Comments

Popular posts from this blog

Siap Menikah (?) part 1

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21]. Kalimat ini sering banget muncul di bagian awal-awal undangan pernikahan yang disebar via dunia maya. Sampe-sampe khatam kalau misalnya ada kalimat basmallah dan dilanjut terjemahan ini, dapat dipastikan itu adalah undangan pernikahan. Di usia sekarang ini (red : 23 tahun) teman sepermainan sudah banyak yang mengirimkan surat undangan, lalu kita menghadirinya, sembari kemudian banyak yang bertanya juga "kondangan terus, kapan dikondangin?" baiklah. Itu klise yang memang tak penting untuk dijawab, karena toh orang yang nanya juga ga sepenuhnya peduli dengan "kapan" nya kita, wqwq. Adakalanya quotes quotes ajaib beredaran dunia maya sebagai ...

Passion mu

Dirasakan atau tidak, kesendirian dan rasa sepi saat jauh darimu selalu ada. Sibuk ataupun tidak, kekhawatiran tentang mu bergumam dalam kepala. Apa kamu makan cukup, apa orang-orang memperlakukan mu dengan baik, apa kamu bisa mandi setiap hari dan tidak sakit, apa ada gadis atau mungkin janda yang merebut perhatian mu? Ah yang terakhir pasti tidak mungkin. Kurasa, yaaa.. tidak mungkin saja. Atau mungkin saja sih, kalau kamu bertemu yang mirip dengan ku. Tapi, katamu aku cuma satu. Dulu. Rasanya sekarang aku ingin langsung berlari untuk menelponmu. *** "Beberapa waktu ke depan aku ditugaskan di perbatasan Indonesia, Cilla" Ungkap mu saat kita berlibur di Jogja. Penginapan dengan nuansa rumah joglo yang kamu pilih, ditambah lagi rencana kita untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa daerah, benar-benar membuatku merasa menjadi orang Jawa. Aku prepare untuk belajar bahasa jawa, meski sebenarnya aku cukup mengerti walau sedikit. Kamu juga pernah tinggal lama di s...

Aku Tak (Akan) Curang

"Aku.. ," ucapku memulai percakapan kita. "Takut, jika sikap terlalu khawatir ku justru membuat mu merasa tak nyaman" Lanjut ku "Terlalu khawatir akan hal apa?" Tanyamu menanggapi enggan Dan ku terdiam. Mungkin memikirkan jawaban. Atau memang benar benar kehabisan kata untuk mengungkapkan. Mungkin bagimu yang terlihat lebih banyak tak peduli, aku adalah sosok yang terlalu banyak perhatian. Bagimu yang menganggap semuanya simple, Aku orang yang terlalu rumit. Entahlah, Aku hanya terlalu sering memikirkan hal yang mungkin, tidak penting. Aku hanya orang yang terlalu banyak kekhawatiran, apalagi jika tentang mu. Mungkin ini hanya karena ku merasa tak percaya diri. Merasa masih seperti mimpi, saat orang seperti mu ada di sini, bersamaku. Maka itu aku khawatir, jika membebani atau merepotkanmu. "Terimakasih Cill," Ujar mu, "Terimakasih sudah mau khawatir tentang ku, sekaligus maaf jika aku memang membuat mu khawatir" Lanjut mu  An...