Skip to main content

Peduli Jemuran, Peduli Organisasi



March 25, 2016
Seseorang dalam diri
jiwa

Dear seseorang dalam diri ini:

Yang satu ini judulnya adalh kepedulian dan rasa memiliki

Pernah kedapatan jemuran yang hampir kering kemudian balik jadi basah lagi gara-gara keujanan? Atau pernah ga.... duh gabisa ngasik contoh lain,, wkwkwk,, apa yang pengen gue ceritain ini adalah tentang kepedulian dan rasa memiliki yang sebenarnya hal ini adalah bagian paling wajib yang harus hadir saat kita melakukan kebutuhan manusia. BERSOSIALISASI. 


Kadang suka ga paham sama ketidak pedulian orang, karena mentang mentang itu bukan milik kita maka kita gada hak buat nyelametinnya, karena itu bukan dari bagian kerjaan kita, makanya kita ga berhak ikut campur urusannya. Plis deh, semua itu emang bener banget, kita harus tau diri mana bennda milik kita, mana benda milik orang lain, plis deh kita harus tau diri mana kerjaan kita mana kerjaan orang lain. TAPI PLIS juga deh, kita ni masih satu atap kan di bumi ini, masih satu tanah juga di kolong langit. PEDULI dikit ga bakalan bikin lu jadi manusia paling serakah didunia. 

Halah,, gue mau ngomong apa sih sebenernya,, satu hal yang gue amati dari kehidupan yang gue jalanin adalah ... rasa memiliki dan peduli pada sesuatu yang “gaada” hubungannya sama kita secara langsung bener-bener sulit men. Bahkan GUE yang sekarang nulis kayak gini pernah tega ngebiarin jemuran temen gue keujanan gara-gara mikir itu bukan kerjaan gue, pernah ngebiarin poster yang diposting di grup ga gue share gara-gara nerasa itu bukan dari departemen gue, ah,, manusia emang ga ada yang sempurna, apalagi gue. Terus dalam hati gue bertanya, pa gue berhak nulis tulisan kayak gini sementara gue juga pernah (dan jangan jangan masih) ga peduli sama yang bukan urusan gue?

Tapi emang sih, dalam hidup bener bener ada sesuatu yang kita sama sekali ga boleh ikut campur, eh maksud gue mendingan kita gaikut campur, misal nih, ngelaporin temen sekelas yang nyontek ke guru disaat semua temen kelas lu nyontek pas ujian. Lu ngelakuin hal yang bener sih, tapinyaa,, konsekuensi yang lu dapet juga mantap, dijauhin temen sekelas.. wkwkwkkw,, dalam konteks ini kalo gue yang ngalamin, gue lebih milih cari jalan lain dari pada ngelaporin mereka,, hha,, ga jelas,,

Balik lagi ke topik yang gue bahas di awal, soal jemuran rasa memiliki dan peduli. Kadang gue ngerasa prihatin dengan keadaan ini, keadaan minimnya rasa meiliki dan peduli, apalagi dalam organisasi. , yah tapi gue mah apalah-apalah yang Cuma bisa nulis gini di blog pribadi gue. Yang bisa gue lakuin sekarang, ngasih tau, buat Lu pada yang kebetulan diberi petunjuk sama Tuhan buat baca isi blog gue, untuk lebih peduli, dan mengembangkan rasa memiliki di organisasi, keluarga, lingkungan Lu,, bukan nya karena sok sok an atau apa, tapii,, gue lupa mau ngomong apa :x Anyway, nasehat yang paling baik adalah bentuk keteladanan. Gue yakin itu, dan selalu inget, kebaikan yang lu lakuin akan balik ke diri lu sendiri, begitu juga dengan kejahatan. Udah ah, udah abis lagunya adelle di playlist gue :3

Sincerely,
Elisnaaa

Popular posts from this blog

Siap Menikah (?) part 1

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21]. Kalimat ini sering banget muncul di bagian awal-awal undangan pernikahan yang disebar via dunia maya. Sampe-sampe khatam kalau misalnya ada kalimat basmallah dan dilanjut terjemahan ini, dapat dipastikan itu adalah undangan pernikahan. Di usia sekarang ini (red : 23 tahun) teman sepermainan sudah banyak yang mengirimkan surat undangan, lalu kita menghadirinya, sembari kemudian banyak yang bertanya juga "kondangan terus, kapan dikondangin?" baiklah. Itu klise yang memang tak penting untuk dijawab, karena toh orang yang nanya juga ga sepenuhnya peduli dengan "kapan" nya kita, wqwq. Adakalanya quotes quotes ajaib beredaran dunia maya sebagai ...

Passion mu

Dirasakan atau tidak, kesendirian dan rasa sepi saat jauh darimu selalu ada. Sibuk ataupun tidak, kekhawatiran tentang mu bergumam dalam kepala. Apa kamu makan cukup, apa orang-orang memperlakukan mu dengan baik, apa kamu bisa mandi setiap hari dan tidak sakit, apa ada gadis atau mungkin janda yang merebut perhatian mu? Ah yang terakhir pasti tidak mungkin. Kurasa, yaaa.. tidak mungkin saja. Atau mungkin saja sih, kalau kamu bertemu yang mirip dengan ku. Tapi, katamu aku cuma satu. Dulu. Rasanya sekarang aku ingin langsung berlari untuk menelponmu. *** "Beberapa waktu ke depan aku ditugaskan di perbatasan Indonesia, Cilla" Ungkap mu saat kita berlibur di Jogja. Penginapan dengan nuansa rumah joglo yang kamu pilih, ditambah lagi rencana kita untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa daerah, benar-benar membuatku merasa menjadi orang Jawa. Aku prepare untuk belajar bahasa jawa, meski sebenarnya aku cukup mengerti walau sedikit. Kamu juga pernah tinggal lama di s...

Aku Tak (Akan) Curang

"Aku.. ," ucapku memulai percakapan kita. "Takut, jika sikap terlalu khawatir ku justru membuat mu merasa tak nyaman" Lanjut ku "Terlalu khawatir akan hal apa?" Tanyamu menanggapi enggan Dan ku terdiam. Mungkin memikirkan jawaban. Atau memang benar benar kehabisan kata untuk mengungkapkan. Mungkin bagimu yang terlihat lebih banyak tak peduli, aku adalah sosok yang terlalu banyak perhatian. Bagimu yang menganggap semuanya simple, Aku orang yang terlalu rumit. Entahlah, Aku hanya terlalu sering memikirkan hal yang mungkin, tidak penting. Aku hanya orang yang terlalu banyak kekhawatiran, apalagi jika tentang mu. Mungkin ini hanya karena ku merasa tak percaya diri. Merasa masih seperti mimpi, saat orang seperti mu ada di sini, bersamaku. Maka itu aku khawatir, jika membebani atau merepotkanmu. "Terimakasih Cill," Ujar mu, "Terimakasih sudah mau khawatir tentang ku, sekaligus maaf jika aku memang membuat mu khawatir" Lanjut mu  An...