Skip to main content

Baper dan Frenzon



March 25, 2016
Seseorang dalam diri
jiwa


Dear seseorang dalam diri ini:
Ini gue sekarang lagi ga mut nulis deh, belom ada ide,, eh udah ada baarusan dikit nyangkut,, tenatang,, sahabatan cowo sama cewe,, dan dalam kamus besar buah pikiran elissnaa,, hal itu GA ADA. Di capslock gede gede,, agak sedih juga sih bilang kayak gini,, wkwkkw, karena buktinya banyak nbanget orang yang temenan cewe sama cowo, ah gue sih ga tau yah, Cuma menurut pengalaman, ga bisa kalo cewe sama cowo sahabbatan doang :””. Selalu ada baper diantaranya,, wkwkwkkw,,



Sepanjang pengamatan gue.. ga pernah ada yg namanya sahabatan cowo sama cewe.. mesti ada aura aura baper.  Yang disadari atau ngga -,-. Karena.. menurut kamus besar elisnaaa.. kebaperan bisa terjadi karena ada kenyamanan pihak tertentu.

Saat satu pihak merasa nyaman dg pihak lain. . Disitulah kebaperan mulai bergerak.. Katena adanya pengertian bawa "persahabatan yg jadi cinta itu kebanyakan malah mengorbankan persahabatan" maka pihak pihak tertentu itu biasanya 'tau diri' hingga akhirnya terbentuk yg namanya "friendzone". Hal paling abstrak di dunia remaja.. tapi paling banyak terjadi..  ini pa sih ga mutu banget tulisan,, yah mau bilang aja, tiati, dalam dunia di era digital dimana beras analog ditemukan ini, yang namanya frenzon banyak bingit, huft huft,, mudah sekali merasuki jiwa jiwa sahabat yang berbeda gender,, wkwkkwkw,, 


Sincerely,
Elisnaaa

Popular posts from this blog

Siap Menikah (?) part 1

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21]. Kalimat ini sering banget muncul di bagian awal-awal undangan pernikahan yang disebar via dunia maya. Sampe-sampe khatam kalau misalnya ada kalimat basmallah dan dilanjut terjemahan ini, dapat dipastikan itu adalah undangan pernikahan. Di usia sekarang ini (red : 23 tahun) teman sepermainan sudah banyak yang mengirimkan surat undangan, lalu kita menghadirinya, sembari kemudian banyak yang bertanya juga "kondangan terus, kapan dikondangin?" baiklah. Itu klise yang memang tak penting untuk dijawab, karena toh orang yang nanya juga ga sepenuhnya peduli dengan "kapan" nya kita, wqwq. Adakalanya quotes quotes ajaib beredaran dunia maya sebagai ...

Passion mu

Dirasakan atau tidak, kesendirian dan rasa sepi saat jauh darimu selalu ada. Sibuk ataupun tidak, kekhawatiran tentang mu bergumam dalam kepala. Apa kamu makan cukup, apa orang-orang memperlakukan mu dengan baik, apa kamu bisa mandi setiap hari dan tidak sakit, apa ada gadis atau mungkin janda yang merebut perhatian mu? Ah yang terakhir pasti tidak mungkin. Kurasa, yaaa.. tidak mungkin saja. Atau mungkin saja sih, kalau kamu bertemu yang mirip dengan ku. Tapi, katamu aku cuma satu. Dulu. Rasanya sekarang aku ingin langsung berlari untuk menelponmu. *** "Beberapa waktu ke depan aku ditugaskan di perbatasan Indonesia, Cilla" Ungkap mu saat kita berlibur di Jogja. Penginapan dengan nuansa rumah joglo yang kamu pilih, ditambah lagi rencana kita untuk bercakap-cakap menggunakan bahasa daerah, benar-benar membuatku merasa menjadi orang Jawa. Aku prepare untuk belajar bahasa jawa, meski sebenarnya aku cukup mengerti walau sedikit. Kamu juga pernah tinggal lama di s...

Aku Tak (Akan) Curang

"Aku.. ," ucapku memulai percakapan kita. "Takut, jika sikap terlalu khawatir ku justru membuat mu merasa tak nyaman" Lanjut ku "Terlalu khawatir akan hal apa?" Tanyamu menanggapi enggan Dan ku terdiam. Mungkin memikirkan jawaban. Atau memang benar benar kehabisan kata untuk mengungkapkan. Mungkin bagimu yang terlihat lebih banyak tak peduli, aku adalah sosok yang terlalu banyak perhatian. Bagimu yang menganggap semuanya simple, Aku orang yang terlalu rumit. Entahlah, Aku hanya terlalu sering memikirkan hal yang mungkin, tidak penting. Aku hanya orang yang terlalu banyak kekhawatiran, apalagi jika tentang mu. Mungkin ini hanya karena ku merasa tak percaya diri. Merasa masih seperti mimpi, saat orang seperti mu ada di sini, bersamaku. Maka itu aku khawatir, jika membebani atau merepotkanmu. "Terimakasih Cill," Ujar mu, "Terimakasih sudah mau khawatir tentang ku, sekaligus maaf jika aku memang membuat mu khawatir" Lanjut mu  An...