Kalau hidupnya jaman sekarang, mungkin mirip mirip sama pangeran arab yang lagi banyak diceritain itu yah. Mushab Bin Umair, tersebutlah seorang pemuda gagah, ganteng, wangi, pinter, dari keluarga terhormat yang kaya raya. Senyumnya manis, penampilannya rapi, membuat banyak wanita terpaut hati pada zamannya. Tatkala mendengar berita mengenai Rasulullah SAW, Mushab mencari tahu dan kemudian datang ke tempat Rasulullah SAW biasa melakukan kajian. Qadarullah, setelah mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan Rasulullah, hati Mushab terasa tenang dan damai. Atas hidayah dari Allah SWT, akhirnya mengantarkan Ia untuk bersyahadat ditempat itu. Mushab bin Umair, seorang pemuda yang bergelimangan kenikmatan pada masa jahiliyahnya. Ia sangat disayangi oleh ibunya. Ibunya, seorang pedagang kaya raya di Mekah, memberinya banyak fasilitas mewah. Tak pernah merasakan hidup susah, bahkan disuatu artikel disebutkan makanan akan selalu tersaji di dekat tempat tidur mushab saat ia terbangu...
Celotehan nonsense untuk saat ini; But maybe makesense di kemudian hari; Who Knows? Hanya membingkai kenangan :)