Skip to main content

Posts

Kisah Sahabat : Mushab Bin Umair

Kalau hidupnya jaman sekarang, mungkin mirip mirip sama pangeran arab yang lagi banyak diceritain itu yah. Mushab Bin Umair, tersebutlah seorang pemuda gagah, ganteng, wangi, pinter, dari keluarga terhormat yang kaya raya. Senyumnya manis, penampilannya rapi, membuat banyak wanita terpaut hati pada zamannya. Tatkala mendengar berita mengenai Rasulullah SAW, Mushab mencari tahu dan kemudian datang ke tempat Rasulullah SAW biasa melakukan kajian. Qadarullah, setelah mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan Rasulullah, hati Mushab terasa tenang dan damai. Atas hidayah dari Allah SWT, akhirnya mengantarkan Ia untuk bersyahadat ditempat itu. Mushab bin Umair, seorang pemuda yang bergelimangan kenikmatan pada masa jahiliyahnya. Ia sangat disayangi oleh ibunya. Ibunya, seorang pedagang kaya raya di Mekah, memberinya banyak fasilitas mewah. Tak pernah merasakan hidup susah, bahkan disuatu artikel disebutkan makanan akan selalu tersaji di dekat tempat tidur mushab saat ia terbangu...

Tanda Kiamat : Matahari Terbit dari Barat

Bermula dari tugas di kajian jumat tentang bahasan tanda-tanda kiamat, kebetulan Lisna dapat tugas membahas tanda saat matahari terbit dari barat. As we know, matahari hingga saat ini terbit dari timur, hal ini sesuai dengan rotasi bumi yang berlawanan arah jarum jam menyebabkan gerak semu matahari dari sebelah timur. Oke pada bagian ini semua sudah paham yah.. lalu kemudian apa yang akan terjadi saat matahari terbit dari sebelah barat? Itulah tanda kiamat. “Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).            Tentunya terbitnya matahari dari sebelah barat merupakan kekuasaan Allah yah, sekalinya Allah bilang “jadilah” maka “jadi” itu yang harus kita yakini. Tapi tahu gak? ...

Andaikan Kecewa itu Ada

Aku bilang : Kita satu, bukan? Kau tersenyum dan aku anggap "iya" Aku bilang : Kita merah, bukan? Kau tersenyum dan aku anggap "iya" Aku bilang : Aku menangis.. Kau bertanya : Kenapa? Lalu aku anggap itu balasan Aku bilang : Aku membuat sesuatu.. Kau bertanya : Mana? Lalu aku anggap itu balasan Sesederhana itu aku memandang kau dan aku Namun rupanya kau juga berpikir sederhana Di antara kita adalah kedekatan, maksudku Di antara kita hanyalah kewajaran, maksudmu Jika kecewa itu ada, maka aku mungkin iya Bogor, dalam nuansa keheningan

MITI Klaster Mahasiswa : Evaluasi akhir tahun, Momentum Resolusi untuk berkontribusi di 2017

        Evaluasi Akhir Tahun atau disingkat EAT merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh pengurus Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia Klaster Mahasiswa (MITI KM). Kegiatan ini berfungsi sebagai bentuk pertanggung jawaban program kerja MITI KM selama satu tahun kepengurusan. EAT 2016 ini dilaksanakan bersamaan dengan Workshop MITI KM 2016. Bertempat di MITI Center Depok, kegiatan ini diselanggarakan selama 2 hari, yakni hari sabtu-minggu tanggal 10-11 Desember 2016.         Kegiatan EAT dan Workshop MITI KM dihadiri oleh segenap pengurus harian MITI KM, perwakilan departemen MITI KM, perwakilan MITI Profesi juga dihadiri oleh Deputi Dewan Pembinaan MITI pusat, Dr. Mahfudz Al Huda, M.Eng dan Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng .           Selama kepengurusan MITI KM periode 2016, MITI KM mengambil peran kontributif dimana semua program kerja MITI KM difokuskan bers...

Namanya Prabowo

Kota ini hujan, ya memang biasanya seperti itu. Juga hari ini, saat aku pulang dari tempatku kerja, deras. Lalu ku berterimakasih kepada penemu mesin uap, kereta uap, penemu diesel, hingga penemu kereta listrik yang selama ini menjadi alat transportasi utama ku. Berkat mereka payung ku aman tersimpan, ya setidaknya sampai stasiun. Biar ku ceritakan perjalanan ku dari tempat kerja, pertama aku naik kereta, lalu menyebrang di jembatan penyebrangan kemudian menunggu angkot di halte untuk pulang ke rumah. Bosan, ya siapa juga manusia yang tahan jika kegiatannya hanya itu-itu saja. Apalagi jika hujan turun hampir setiap hari. Aku juga. Tapi tidak pada hari itu, 28 Januari 2016. Di stasiun. Kau tahu? Saat itu juga hujan. Lagi-lagi, aku terlalu malas membuka payung. Hujan gerimis rintik rintik itu aku terobos saja. Jaketku juga ada hoodie nya. Aku berlari kecil melewati hujan menuju gate keluar. Ditengah gerimis, aku berhenti karena melihat antrian panjang mengular. Aku mulai merapat ke bar...

Refleksi

Teringat kisah seorang bernama narcisus yang tergila-gila pada dirinya sendiri. Pekerjaannya  hanya bercermin diatas danau. Setiap kali melihat wajahnya yang indah di air yang bening, semakin bertambah kagum lah dia pada diri sendiri. Begitu terus setiap hari hingga ia mati. Ada juga kisah seekor harimau hutan yang bercermin di danau. Melihat ke dalam air, lalu marah-marah, menggeram, akhirnya melompat menerkam bayangannya sendiri. Kemudian tenggelam dan mati. Mari kita lihat dua kisah ini. yang pertama begitu mencintai dirinya hingga lupa segalanya, yang kedua juga begitu mencintai dirinya dan tak ingin tersaingi. Keduanya mati, dalam bayangan mereka sendiri. Kalian paham bukan? mereka adalah makhluk yang indah. Dan wajar jika mereka cinta pada dirinya yang indah, tapi ya begitu, harus cinta yang wajar. Lalu disini aku juga akan bercerita tentang seseorang yang kembali berbangga diri. Tapi ia tidak indah, bahkan biasa saja. Malah terdapat jaringan parut di wajahnya. Ia juga sen...

Mamah

Semalam aku tidak ingat apakah aku bermimpi atau tidak. Berarti tidurku berkualitas, kata orang. Bahkan aku terbangun sebelum adzan berkumandang, lalu ke kamar mandi. Ku putuskan untuk mencuci, kemudian menjemur. Setelah kering nanti ku setrika. Hal yang wajar, bukan? Energi ku pagi ini terasa berbeda, berlimpah. Mungkin efek detergent yang baru aku gunakan, seperti yang iklan di televisi bilang "busanya berlimpah" mungkin ada hubungannya, mungkin juga tidak. Entahlah Sarapan bersama mamah, segelas susu dan dua iris roti panggang. Namun tidak benar benar di panggang, maksudku lebih tepatnya diletakan di atas teflon, olesi mentega, lalu agak di tekan tekan. Trik sederhana. Rasanya? Tak usah di tanya, sama saja. Seperti yang sudah kukatakan, energi ku sedang berlimpah, mamah juga mungkin merasakannya. "Nah gituu.. Nyuci pagi pagi" "Siap mah, hhe" Ya, mamah pasti tahu kalau anaknya sudah kehabisan baju. Aku dan mamah tak begitu banyak berceng...