Skip to main content

Posyandu di Cikahuripan

Posyandu merupakan suatu lembaga dalam bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memberdayakan masyarakat dengan prinsip dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Keberadaan posyandu berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses layanan kesehatan dasar. Kegiatan yang dilakukan di posyandu merupakan upaya untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB. Selain itu posyandu juga berfungsi sebagai sarana penyaluran informasi dan keterampilam dari kader terlatih kepada masyarakat atau antar sesama masyarakat mengenai kesehatan. Terdapat 5 kegiatan pokok posyandu di Indonesia, yaitu KIA, KB, Imunsasi, gizi dan penanggulangan diare.
    Tingkatan posyandu Dilihat dari indikator-indikator yang ditetapkan oleh Depkes, Posyandu secara umum dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tingkat yaitu : (1) Posyandu Pratama; (2) Posyandu Madya; (3) Posyandu Purnama dan (4). Posyandu Mandiri (Depkes 2006). Umumnya posyandu yang berada disekitar desa adalah posyandu pratama dan posyandu madya. Posyandu pratama merupakan posyandu dalam tahap belum mantap. Posyandu ini belum secara rutin melakukan penimbangan dan jumlah kader kurang dari 5 orang sedangkan, posyandu madya merupakan posyandu yang minimal menjalankan kegiatannya selama 8 kali dalam setahun serta memiliki kader lebih dari atau sama dengan 5 orang. Namun kelkurangan dari posyandu madya adlah cakupan peserta posyandu belum mencapai 50 %.
Pelayanan yang diberikan di posyandu bersifat terpadu , hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keuntungan bagi masyarakat karena di posyandu tersebut masyarakat dapat memperolah pelayanan lengkap pada waktu dan tempat yang sama (Depkes 1990).
Posyandu dipandang sangat bermanfaat bagi masyarakat namun keberadaannya di masyarakat kurang berjalan dengan baik, oleh karena itu pemerintah mengadakan revitalisasi posyandu. Revitalisasi posyandu merupakan upaya pemberdayaan posyandu untuk mengurangi dampak dari krisis ekonomi terhadap penurunan status gizi dan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam menunjang upaya mempertahankan dan meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan kemampuan kader, manajemen dan fungsi posyandu (Depdagri 1999). Masalah yang seringkali dialami oleh posyandu diantaranya :
1.      Hanya sekitar 40 % yang posyandu yang melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik.
2.      Peralatan dan fasilitas posyandu yang kurang
3.      Lokasi yang tidak layak
4.      Pembinaan posyandu belum merata
5.      Kader yang kurang dan belum terampil
6.      Kader masih bergantung pada petugas kesehatan dan apresiasi kader rendah
7.      Ibu yang tidak mau hadir di posyandu

            Posyandu di desa sangat membantu pemerintah untuk memantau status gizi balita bahkan memantau status kesehatan masyarakat khususnya ibu dan balita. Namun seringkali masyarakat khususnya ibu dan balita tidak memanfaatkan keberadaan posyandu sebagai salah satu layanan kesehatan. Hal ini terlihat dari tingkat partisipasi ibu dan balita yang rendah.
         di desa Cikahuripan sendiri saat ini (Juli 2014) terdapat 14 buah posyandu yang aktif. Masalah yang dihadapi Desa Cikahuripan hampir sama dengan permasalahan posyandu secara umum. Namun, berdasarkan keterangan yang didapat dari Bidan desa menyebutkan, jumlah penderita gizi buruk di desa Cikahuripan hanya 1 dan itu pun sudah ditanggulangi. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Posyandu di Desa Cikahuripan masih dapatmenjalankan fungsinya dengan baik. 
          Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Selain itu diperlukan adanya kerjasama, tekanan dan pengabdian para pengelolanya termasuk kader. Apabila kegiatan Posyandu terselenggara dengan baik akan memberikan kontribusi yang besar, dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak balita.  


Source :
Depkes. 1990.Peraturan Menteri Kesehatan RI No 416/Menkes/Per/IX/1990. Jakarta
Depkes RI. 2006.Modul Pelatihan Revitalisasi Posyandu,Jakarta
Depdagri. 1999.Surat Edaran mendagri No.4113/536/Sc, tentang Revitalisasi Posyandu,Jakarta.
Pict Source : http://www.pilkoma-2012.com/iskandar/images/kartun.jpeg

Popular posts from this blog

Siap Menikah (?) part 1

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21]. Kalimat ini sering banget muncul di bagian awal-awal undangan pernikahan yang disebar via dunia maya. Sampe-sampe khatam kalau misalnya ada kalimat basmallah dan dilanjut terjemahan ini, dapat dipastikan itu adalah undangan pernikahan. Di usia sekarang ini (red : 23 tahun) teman sepermainan sudah banyak yang mengirimkan surat undangan, lalu kita menghadirinya, sembari kemudian banyak yang bertanya juga "kondangan terus, kapan dikondangin?" baiklah. Itu klise yang memang tak penting untuk dijawab, karena toh orang yang nanya juga ga sepenuhnya peduli dengan "kapan" nya kita, wqwq. Adakalanya quotes quotes ajaib beredaran dunia maya sebagai ...

Mimpi

Hai.. Apa kabar? Semalam aku bermimpi.. ada kamu di mimpi itu.. Lucu.. karena rasanya sudah lama kita tidak bertemu.. Di mimpi itu.. kamu seperti terburu waktu.. berjalan dengan bergegas.. kita sempat bertatapan sekilas.. tapi.. seperti yang aku kata tadi.. kamu terburu pergi.. namun masih sempat melambaikan tangan.. Hha.. rasanya sudah lama tak melihat kacamata itu.. jaket yang hitam itu..  Waah.. Semua terasa nyata.. Aku kira semuanya selesai sampai disitu.. mimpi itu kiranya sudah usai.. tapi rupanya tidak.. kamu muncul lagi.. kali ini bersama teman teman dari fakultas mu.. aku rasa aku mengenal mereka.. tapi lupa.. waktu itu juga aku berniat menghampiri mu.. tapi ku urungkan.. ternyata kita malah berpapasan dan berjalan beriringan.. kau pun bertanya.. "kamu kemana aja?" Entahlah.. aku tak menjawab saat itu.. hanya memandang mu.. akhirnya kamu pun pamit duluan.. sambil agak berlari.. lagi lagi aku cuma memandang.. berkata dalam hati tak mau diting...

“Kalau Hari Ini.”

Kalau hari ini adalah aku itu hanyalah tentang aku yang beku se beku salju yang kamu ceritakan tempo hari lalu Diam, bisu dan tetap saja beku Kalau hari ini adalah kamu itu hanya tentang kamu yang juga beku karena beku tak pernah mau tahu Lalu? Kamu mengadu dengan cara mu tetap dengan diam dan beku Kalau hari ini adalah kita kamu tahu, aku tak pernah berani menyebutnya istimewa sebab ini hanya berisi cerita-cerita Tentang kita, tentang prosa sederhana Kalau hari ini adalah kita maaf, sekali lagi maafkan aku untuk rasa yang berirama jarak, waktu dan jiwa raga kita Mungkin, sekarang kamu tengah berpijak pada salju, tanah lembab atau serakan sakura Sedang aku masih tetap berdiam pada bangku tempat kita dulu berbagi cerita kalau hari ini adalah kita ya, Pastikan kemarin, hari ini, esok dan lusa ialah tempat kita berbagi tanya dan mengatur cerita Bogor, 25 Desember 2013