Skip to main content

Posts

Kisah Pendakian : (Rencana) Pendakian Pertama, Gunung Gede

Naik gunung,, ya itu lah rencana ku dalam mengisi liburan masa tenang sebelum UAS (2014) saat itu. Bersama teman teman dari Forces, aku berniat untuk menaklukan gunung gede pangrango yang terletak di daerah sekitar cianjur. hari demi hari ku lewati dengan berusaha mengumpulkan perlengkapan, maklum ini calon pengalaman pertama ku untuk naik gunung makanya aku sama sekali tidak punya peralatan naik gunung yang memadai. akhirnya aku berusaha mencari pinjaman. Beruntung, di IPB ini banyak anak fahutan yang biasa naik gunung, jadi sasaran utama ku adalah mereka,, hhe.

Akhirnya aku dapat tas carier dan sleeping bag dari seorang teman, sebut saja namanya Marwah, beliau bersedia mencarikan aku pinjaman tepatnya, hhe (thanks to Marwah). Sedikit melenceng dari persiapan ku dalam pendakian ini kak Septian (yang nanti jadi Leader pas mendaki) wanti-wanti ke aku. 'Lis, siapin fisik ya, mulai olahraga dari sekarang, kecil kecilan aja biar ngga kaget', 'nanti pas naik gunung itu beban m…
Recent posts

Kisah Sahabat : Mushab Bin Umair

Kalau hidupnya jaman sekarang, mungkin mirip mirip sama pangeran arab yang lagi banyak diceritain itu yah. Mushab Bin Umair, tersebutlah seorang pemuda gagah, ganteng, wangi, pinter, dari keluarga terhormat yang kaya raya. Senyumnya manis, penampilannya rapi, membuat banyak wanita terpaut hati pada zamannya. Tatkala mendengar berita mengenai Rasulullah SAW, Mushab mencari tahu dan kemudian datang ke tempat Rasulullah SAW biasa melakukan kajian. Qadarullah, setelah mendengar lantunan ayat suci yang dibacakan Rasulullah, hati Mushab terasa tenang dan damai. Atas hidayah dari Allah SWT, akhirnya mengantarkan Ia untuk bersyahadat ditempat itu.

Mushab bin Umair, seorang pemuda yang bergelimangan kenikmatan pada masa jahiliyahnya. Ia sangat disayangi oleh ibunya. Ibunya, seorang pedagang kaya raya di Mekah, memberinya banyak fasilitas mewah. Tak pernah merasakan hidup susah, bahkan disuatu artikel disebutkan makanan akan selalu tersaji di dekat tempat tidur mushab saat ia terbangun di pagi…

Tanda Kiamat : Matahari Terbit dari Barat

Bermula dari tugas di kajian jumat tentang bahasan tanda-tanda kiamat, kebetulan Lisna dapat tugas membahas tanda saat matahari terbit dari barat. As we know, matahari hingga saat ini terbit dari timur, hal ini sesuai dengan rotasi bumi yang berlawanan arah jarum jam menyebabkan gerak semu matahari dari sebelah timur. Oke pada bagian ini semua sudah paham yah.. lalu kemudian apa yang akan terjadi saat matahari terbit dari sebelah barat? Itulah tanda kiamat.
“Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
           Tentunya terbitnya matahari dari sebelah barat merupakan kekuasaan Allah yah, sekalinya Allah bilang “jadilah” maka “jadi” itu yang harus kita yakini. Tapi tahu gak? Selama pencarian tentang matahari ter…

Andaikan Kecewa itu Ada

Aku bilang : Kita satu, bukan?
Kau tersenyum dan aku anggap "iya"

Aku bilang : Kita merah, bukan?
Kau tersenyum dan aku anggap "iya"

Aku bilang : Aku menangis..
Kau bertanya : Kenapa?
Lalu aku anggap itu balasan

Aku bilang : Aku membuat sesuatu..
Kau bertanya : Mana?
Lalu aku anggap itu balasan

Sesederhana itu aku memandang kau dan aku
Namun rupanya kau juga berpikir sederhana
Di antara kita adalah kedekatan, maksudku
Di antara kita hanyalah kewajaran, maksudmu

Jika kecewa itu ada, maka aku mungkin iya

Bogor, dalam nuansa keheningan

MITI Klaster Mahasiswa : Evaluasi akhir tahun, Momentum Resolusi untuk berkontribusi di 2017

Namanya Prabowo

Kota ini hujan, ya memang biasanya seperti itu. Juga hari ini, saat aku pulang dari tempatku kerja, deras. Lalu ku berterimakasih kepada penemu mesin uap, kereta uap, penemu diesel, hingga penemu kereta listrik yang selama ini menjadi alat transportasi utama ku. Berkat mereka payung ku aman tersimpan, ya setidaknya sampai stasiun. Biar ku ceritakan perjalanan ku dari tempat kerja, pertama aku naik kereta, lalu menyebrang di jembatan penyebrangan kemudian menunggu angkot di halte untuk pulang ke rumah.Bosan, ya siapa juga manusia yang tahan jika kegiatannya hanya itu-itu saja. Apalagi jika hujan turun hampir setiap hari. Aku juga. Tapi tidak pada hari itu, 28 Januari 2016. Di stasiun. Kau tahu? Saat itu juga hujan. Lagi-lagi, aku terlalu malas membuka payung. Hujan gerimis rintik rintik itu aku terobos saja. Jaketku juga ada hoodie nya. Aku berlari kecil melewati hujan menuju gate keluar. Ditengah gerimis, aku berhenti karena melihat antrian panjang mengular. Aku mulai merapat ke baris…

Refleksi

Teringat kisah seorang bernama narcisus yang tergila-gila pada dirinya sendiri. Pekerjaannya  hanya bercermin diatas danau. Setiap kali melihat wajahnya yang indah di air yang bening, semakin bertambah kagum lah dia pada diri sendiri. Begitu terus setiap hari hingga ia mati.Ada juga kisah seekor harimau hutan yang bercermin di danau. Melihat ke dalam air, lalu marah-marah, menggeram, akhirnya melompat menerkam bayangannya sendiri. Kemudian tenggelam dan mati.Mari kita lihat dua kisah ini. yang pertama begitu mencintai dirinya hingga lupa segalanya, yang kedua juga begitu mencintai dirinya dan tak ingin tersaingi. Keduanya mati, dalam bayangan mereka sendiri. Kalian paham bukan? mereka adalah makhluk yang indah. Dan wajar jika mereka cinta pada dirinya yang indah, tapi ya begitu, harus cinta yang wajar.Lalu disini aku juga akan bercerita tentang seseorang yang kembali berbangga diri. Tapi ia tidak indah, bahkan biasa saja. Malah terdapat jaringan parut di wajahnya. Ia juga senang berce…